Pengetahuan Dasar tentang Harga

Salah satu hal terpenting yang perlu kamu pikirkan ketika hendak menggungah produk ke toko online kamu adalah penetapan harga produk. Harga sangat penting berdasarkan konsep 4P yaitu Price (harga),  Place (tempat),  Product (barang), dan Promotion (promosi). Harga produk yang tepat akan membantu meningkatkan bisnis online kamu, memuaskan kebutuhan pelanggan/ konsumen kamu, dan tentu saja menumbuhkan bisnis kamu. Mari kita pelajari dasar-dasar untuk menentukan harga produk.

 

Pengetahuan Dasar tentang Harga

 

1. Harga Berbasis Biaya (Cost-Based Pricing)

Pada metode ini penentuan harga berdasar pada harga beli ditambahkan jumlah keuntungan yang ingin kamu miliki. Kamu juga perlu untuk menambahkan biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa gudang, listrik, biaya promosi, dan lain-lain. Kamu harus memahami betul berapa banyak biaya yang kamu keluarkan untuk semua biaya di atas pada saat penentuan harga produk.

A. Cost Push Price

Pada metode ini penentuan harga dilakukan dengan penghitungan biaya produksi dan margin laba yang kamu inginkan

Dengan formula sebagai berikut:  HARGA JUAL = ASET (BIAYA PRODUKSI) + LABA

Sebagai contoh:
Ketika kamu ingin menjual T-shirt. Biaya yang kamu keluarkan untuk membeli bahan baku adalah Rp 500,000, biaya operasional untuk membuat T-shirt (gaji pekerja, biaya listrik, mesin, dll) adalah Rp 1,000,000. Jadi keseluruhan pengeluaran adalah Rp 1,500,000. Jika kamu mengingnkan laba sebesar 30%, maka harga jual T-shirt:

= Rp 1,500,000 + (30% x Rp 1,500,000)
= Rp 1,950,000 (harga jual 10 buah T-shirt)

Harga jual untuk 1 buah T-shirt adalah Rp 1,950,000 : 10 = Rp 195,000

 

B. Mark Up Price

Jika kamu membeli produk jadi dari pemasok, maka kamu hanya perlu untuk menambahkan laba yang kamu inginkan ke harga beli produk.

Dengan formula sebagai berikut:  HARGA JUAL = HARGA BELI + MARK UP (LABA)

Sebagai contoh:
Kamu membeli aksesori (10 buah) dari seorang pemasok seharga Rp 300,000 dan kamu menghabiskan biaya transportasi sebesar Rp 25,000

= Rp 300,000 + Rp 25,000
= Rp 325,000 (modal yang kamu keluarkan untuk membeli 10 buah aksesoris)

Jika kamu menginginkan laba sebesar Rp 100,000 untuk 10 buah aksesoris
= Rp 325,000 + Rp 100,000 (laba)
= Rp 425,000 (total harga jual)

Harga jual untuk 1 buah aksesoris adalah Rp 42,500

 

2. Harga Berbasis Pesaing (Competitor-Based Pricing)

Kamu dapat membuat referensi harga berdasarkan persaingan harga di pasar. Kamu juga dapat menjadikan harga jual pesaing kamu menjadi harga patokan.

Tapi hal ini tidak berarti kamu harus memberikan harga yang sama dengan harga yang ditawarkan oleh pesaing-pesaing kamu. Jika produk yang kamu miliki lebih berkualitas, lebih menarik, dan memiliki lebih banyak manfaat, ataupun toko online kamu menyediakan layanan yang jauh lebih baik dari pada pesaing kamu, kamu dapat menetapkan harga yang lebih tinggi.

Kerugian dari penetapan harga menggunakan metode ini adalah kamu dapat terfokuskan pada harga pesaing-pesaing kamu. Penggaturan harga menggunakan metode ini sering digunakan sebagai salah satu taktik untuk menghadapi pesaing dengan menetapkan harga jual yang lebih murah dengan harapan dapat menarik lebih banyak konsumen, dan seringkali menyebabkan perang harga antar penjual.

 

3. Harga Berbasis Target (Target-Based Pricing)

Dalam metode ini, penentuan harga barang didasari pada kualitas yang diterima oleh pembeli. Pada metode ini, kamu harus menargetkan segmen pembeli dengan melakukan riset pasar. Untuk mempelajari lebih lanjut cara menentukan target pembeli, kamu dapat membaca artikel berikut:

Melakukan Riset Pasar
Temukan Niche Market

Dalam riset pasar, kamu harus memperhatikan faktor-faktor berikut untuk menentukan harga produk kamu.

– Apakah pembeli setuju bahwa harga barang yang kamu tetapkan menggambarkan kualitas barang kamu?
– Apakah pembeli merasa bahwa uang yang mereka keluarkan senilai dengan produk yang mereka terima?
– Apakah pembeli kamu lebih mementingkan gengsi daripada harga?

 

Sama dengan metode penetapan harga berbasis pesaing, kerugian dari penetapan harga berbasis target adalah kamu dapat mengabaikan biaya produksi jika terlalu terfokuskan dengan pembeli.

 

Peta aliran harga

 

Kombinasi Rahasia

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk menetapkan harga terbaik.

Langkah 1: Harga Berbasis Traget (Target-Based Pricing)
Setelah kamu melakukan riset pasar dan menemukan target pembeli produk kamu, kamu dapat menemukan kisaran harga produk yang cocok untuk pasaran kamu.

Langkah 2: Harga Berbasis Pesaing (Competitor-Based Pricing)
Setelah itu, kamu dapat melihat bagaimana pesaing di wilayah penjualan kamu menetapkan harga. Dengan mempertimbangkan produk dan layanan pembeli yang kamu tawarkan, kamu dapat menetapkan apakah produk kamu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi ataupun lebih rendah dari pesaing kamu.

Langkah 3: Harga Berbasis Biaya (Cost-Based Pricing)
Gunakan metode ini untuk memverifikasi apakah harga yang kamu tetapkan memenuhi model pendapatan. Dengan memeriksa pendapatan dan perbandingan biaya pada tahap terakhir penetapan harga produk kamu, kamu akan selalu dapat kembali ke titik permulaan dan memodifikasi strategi dan memungkinkan kamu untuk tetap menjaga bisnis kamu tetap jalurnya.

 

 

Selanjutnya : Mengelola Pesanan
Sebelumnya: Permasalahan keamanan yang sering di temukan pada Drop Shipping

About the author

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: